Rabu, 23 April 2014




Basis instalasi internet of things diperkirakan akan tumbuh menjadi 26 miliar unit pada tahun 2020.

“Internet of things” merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan teknologi masa depan, ketika seluruh mesin dan perangkat dalam kehidupan sehari-hari saling terhubung dan berkomunikasi.

Berbicara di Singapura menjelang ajang CommunicAsia2014 dan EnterpriseIT2014, Shane Murphy (VP & General Manager, KORE Wireless Asia Pacific) mengemukakan sejumlah hal yang perlu diselesaikan sebelum mencapai era internet of things.

“Menurut saya, hambatan terbesar dari internet of things adalah adanya kemungkinan bahwa tren tersebut akan menjadi over-hyped (tren yang terlalu ditunggu-tunggu) namun tidak mencapai visi. IoT masih memiliki jalan yang panjang. Transformasi ini akan terjadi namun akan memakan waktu,” tukas Shane.

Sejumlah area yang perlu diperhatikan antara lain:
Standardisasi – memastikan bahwa internet of things berkomunikasi terhadap semua jenis mesin.
Keamanan – memastikan bahwa data selalu aman dan terlindungi tanpa biaya yang berlebih.
Privasi – data yang secara cuma-cuma diberikan harus dipergunakan untuk kepentingan sendiri dan bukan untuk maksud lain.

Shane berpendapat, internet of things akan memberikan informasi dengan jumlah besar dan dapat digunakan untuk mengambil keputusan yang lebih baik dalam menjalankan bisnis. Selain itu, teknologi ini juga dapat memberikan manfaat bagi rumah tangga dan masyarakat umum.

Data dari internet of things akan memberikan manfaat untuk hal-hal seperti bangunan dan rumah pintar, diagnostik serta manajemen kesehatan yang lebih baik, serta intelijen perkotaan supaya dapat mengamati pola tata kota untuk desain yang lebih baik.

“Dalam 2 sampai 5 tahun ke depan, kita akan melihat perkembangan aplikasi konsumen dan awal dari teknologi siap pakai yang sudah dapat kita lihat di sektor kebugaran dan kesehatan (tracker pribadi, monitor pedometer darah, dan lain sebagainya),” kata Shane.

“Dari situ, kita akan melihat aplikasi berbasis masyakarat yang lebih luas di intelijen perkotaan, lebih banyak rumah pintar yang go online, serta kota-kota pintar yang dapat mengimbangi kebutuhan manusia akan transportasi, kehidupan, dan infrastruktur di masa depan,” lanjutnya.

Basis instalasi internet of things diperkirakan akan tumbuh menjadi 26 miliar unit pada tahun 2020. Selain itu, pengeluaran departemen TI di seluruh dunia akan tumbuh sebesar 3,1 persen menjadi US$3,8 triliun pada tahun ini. Hal tersebut didorong oleh banyaknya bisnis yang mulai memanfaatkan big data dari kumpulan smartphone dan perangkat lainnya.

Posted on 03.21 by Unknown

No comments



Menurut Gartner, pengeluaran di bidang TI di tahun 2014 akan meningkat sampai 3,2%.

Kabar baik bagi vendor dan perusahaan penyedia produk dan solusi TI. Firma bisnis Gartner memperkirakan pengeluaran di bidang TI (IT spending) oleh konsumen dan pelaku bisnis di tahun 2014 akan bertumbuh rata-rata sebesar 3,2% dibanding 2013.

Meningkatnya pengeluaran di bidang TI ini, menurut Gartner, adalah salah satu imbas dari kondisi ekonomi global yang mulai pulih dari resesi. Akibatnya, masyarakat di seluruh dunia bersedia menyisihkan total dana hingga US$3,8 triliun untuk membeli perangkat dan solusi TI.

Gartner membagi pengeluaran TI ini ke dalam lima kategori, yakni Devices, Data Center Systems, Enterprise Software, IT Services, dan Telecom Services.

Pertumbuhan paling besar akan dirasakan di pasar Enterprise Software. Diperkirakan total US$320 miliar bakal dihabiskan pelaku industri untuk membeli perangkat lunak seperti CRM (Customer Relationship Management), DBMS (Database Management System), serta data integration and data quality tools.

“Pentingnya adopsi teknologi pengelolaan data bahkan akan mendorong pengeluaran untuk DBMS akan lebih besar daripada sistem operasi, menjadikan DBMS sebagai enterprise software paling laris di tahun ini,” ungkap Richard Gordon (Managing Vice President, Gartner).

Kategori lain yang juga meningkat cukup pesat adalah IT Services yang bakal berkontribusi sebesar US$964 miliar serta Devices sebesar US$689 miliar. Pelanggan layanan TI akan mengalihkan dana dari konsultasi (perencanaan proyek) ke tahap implementasi proyek. Sementara itu, pasar devices masih didominasi oleh produk-produk di kelas menengah ke bawah, termasuk PC, ultramobile (notebook multifungsi), komputer tablet, dan ponsel.

Untuk kategori Data Center Systems, pengeluaran diperkirakan sebesar US$143 miliar dengan kebutuhan utama untuk virtualisasi, cloud, dan mobility. Terakhir, kategori Telecom Services akan berkontribusi paling besar yaitu US$1,655 triliun dengan fokus pada telekomunikasi dan jaringan nirkabel.

Posted on 03.16 by Unknown

No comments





Tren cloud computing banyak dibicarakan dalam dua sampai tiga tahun terakhir. Tidak sedikit pula perusahaan yang sudah memutuskan untuk menggunakan cloud computing dan meninggalkan sistem tradisional (on-premise). Tapi, bagaimana cara mengetahui jika sebuah perusahaan sudah saatnya pindah ke cloud?

Dalam media briefing di Jakarta, hari ini (22/4), Amit Suxena (Senior Director for Technology Group, Oracle) menjelaskan ciri-ciri perusahaan yang perlu mempertimbangkan untuk pindah ke cloud computing.

[Baca juga: Memahami Cloud Computing]

“Jika perusahaan merasa sudah menghabiskan banyak biaya untuk divisi TI, tapi hanya menghasilkan imbal balik yang kecil dari sisi bisnis, itulah saatnya mempertimbangkan cloud computing,” kata Amit.

Hal ini penting dilakukan karena investasi secara besar-besaran untuk membeli infrastruktur dan sistem TI belum tentu berbanding lurus dengan perkembangan bisnis perusahaan. Dengan memercayakan pengelolaan sumber daya TI kepada pihak lain, dalam hal ini penyedia layanan cloud, perusahaan diharapkan akan mencapai optimalisasi dan efisiensi, baik dari segi biaya maupun kinerja.

“Untuk perusahaan skala kecil dan menengah, kalau dihadapkan dengan pilihan membeli server mahal dan harus mempekerjakan karyawan baru untuk mengoperasikan server tersebut, padahal pemasukan masih kecil, sebaiknya mencari alternatif lain,” tukasnya.

Sementara itu, untuk perusahaan skala enterprise, ada kalanya mereka telah terlalu banyak memiliki aset TI sehingga mulai kehilangan waktu untuk melakukan pendataan. Berapa jumlah server yang dipunyai, kapan server itu dibeli, dan sebagainya. “Dan ini terjadi di salah satu klien kami di Indonesia,” ungkap Amit.

Ciri tersebut menandakan bahwa TI di perusahaan itu kurang sehat dan perlu diperiksakan ke “dokter”. Oracle bisa berperan sebagai “dokter” untuk membantu menentukan langkah yang sebaiknya mereka ambil untuk menyelesaikan masalah itu. “Perlu dicatat bahwa tidak semua divisi atau perusahaan butuh pindah ke cloud, lho,” imbuhnya.

Posted on 03.14 by Unknown

No comments





TELAH menceritakan kepada kami Muhammad bin Al ‘Alaa’ telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid dari Abu Burdah dari Abu Musa radliallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Pasti akan datang pada manusia suatu zaman yang ketika seseorang berkeliling membawa shadaqah emas, lalu ia tidak mendapati seseorang yang mau menerimanya lagi. Lalu akan terlihat satu orang laki-laki akan diikuti oleh empat puluh orang wanita, yang mereka mencari kepuasan dengannya karena sedikitnya jumlah laki-laki dan banyaknya wanita.”

Dalam hadits lainnya, dari Anas Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Di antara tanda tanda kiamat adalah berkurangnya ilmu, munculnya kebodohan, tersebarnya perzinahan, banyak wanita, dan sedikitnya laki laki sehingga lima puluh wanita mempunyai satu laki laki” (HR Bukhari)

Hadist ini tampak jelas sekali sangat parapel dengan hadist Nabi yang menjelaskan bahwa mendekati kiamat, akan ada banyak perzinaan. Perzinaan itu tidak akan terjadi kecuali jumlah wanita lebih banyak dibanding lelaki. Akhirnya , setiap laki laki memiliki empat puluh – lima puluh wanita sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut.

Dikatakan bahwa pada saat itu, satu laki laki berbanding empat puluh hingga lima puluh wanita. Setiap kali para wanita itu menjumpai laki laki , mereka akan mengatakan, “Nikahilah aku, nikahilah aku !” [islampos]

Posted on 03.10 by Unknown

No comments





“KELAK akan datang di akhir zaman segolongan manusia, di mana wajah-wajah mereka adalah wajah manusia, namun hati mereka adalah hati syaitan; seperti serigala-serigala buas, tidak sedikit pun di hati mereka rasa belas kasihan. Mereka gemar menumpahkan darah dan tidak berhenti dari (melakukan) kekejian.

“Apabila kamu mengikuti mereka, maka mereka akan memperdaya kamu. Akan tetapi, apabila kamu menghindari mereka, maka mereka akan mencela kamu. Apabila berbicara dengan mereka, mereka akan membohongi kamu. Dan apabila kamu memeberinya kepercayaan, mereka akan mengkhianatinya.

“Anak kecil mereka jahil, pemuda mereka licik. Sementara yang tua tidak memnyuruh berbuat baik dan melarang yang mungkar. Mereka itu senantiasa membanggakan diri dalam kehinaan. Dan meminta apa yang ada pada mereka berarti kesusahan.

“Orang yang santun di tengah mereka adalah sesat, dan orang yang menyuruh kepada perbauatan ma’ruf malah menjadi tertuduh. Orang beriman di kalangan mereka adalah lemah, sedangkan orang fasiq menjadi mulia. Sunnah di tengah mereka adalah bida’ah, sedangkan bida’ah itu sendiri adalah sunnah. Maka ketika itu mereka dikuasai oleh orang-orang paling jahat di antara mereka. Sedangkan orang pilihan apabila ia menyeru, pasti tidak akan dihiraukan.” [Hadith Riwayat Thabrani- Kitab Al-Mu’jam Al-Kabir]

Mendengar informasi yang mengagetkan itu, para sahabat ingin memperjelas lebih dalam, “Ya Rasulullah, sesudahku nanti adakah orang yang memiliki keistimewaan?”

Rasul menjawab ; “Ya masih ada.”

“Adakah mereka bertemu denganmu?” tanya para sahabat lagi.

Rasul menjawab, “Mereka sudah tidak bertemu lagi denganku.”

“Ya Rasulullah , masih adakah wahyu yang diturunkan kepada mereka?” tanya para sahabat.

Rasulullah menjawab lagi, “Sudah tidak ada lagi wahyu yang diturunkan kepada mereka.”

“Ya Rasulullah bagaimana keadaan mereka?”

Sambil bereksperesi sedih, Rasul menjawab, “Hati mereka rapuh bagaikan garam dimasukkan ke dalam air.”

Karena merasa penasaran, para sahabat memperjelas lagi kepada Rasulullah. “Ya Rasulullah, bagaimanakah pola hidup mereka di zaman itu?”

“Mereka hidup bagaikan ulat yang sangat kecil yang berada di dalam cuka,” jawab Nabi SAW.

“Ya Rasulullah, terus bagaimana mereka dapat memelihara agama?” desak para sahabat.

“Ibarat memegang api yang membara. Bara diletakkan, api itu akan padam. Dan bila dipegang, tentu akan membakar dirimu,” Kata Rasulullah dengan mimik serius.

Para sahabat pun terdiam. Mereka membayangkan betapa di akhir zaman kelak keadaannya sangat mengerikan, sebab kebanyakan dari mereka telah terseret ajaran bid’ah dan membuang jauh-jauh sunnah Rasul. Hidup mereka dipenuhi dengan nafsu syahwat dan keserakahan, sehingga mereka menghalalkan segala cara. Memegang ajaran agama -diibaratkan nabi SAW – seperti memegang api yang membara, jika dipegang teguh akan mendapatkan cacian dan dijauhi teman-temannya, tapi bila dilepaskan agamanya akan hancur dan berakibat murka Allah SWT. Para sahabat pun membayangkan betapa mulia nya orang-orang diakhir zaman nanti yang tetap memegang teguh ajaran agama, tanpa mempedulikan keadaan yang carut marut.

Para sahabatpun makin merasa prihatin dan ngeri lebih dalam begitu mendengarkan keterangan Rasulullah tentang manusia akhir zaman – sebagaimana diriwayatkan ibnu Abbas- dengan sabdanya, “Di akhir zaman nanti akan datang sekelompok manusia yang wajahnya manusia , tapi hatinya setan. Sifat mereka sangat buas seperti harimau, tidak terbersit sedikitpun dalam hatinya rasa kasih sayang, suka membunuh, dan biasa melakukan perbuatan kotor. Bila didekati mereka mencintaimu. Tapi bila dijauhi mereka mengumpat dan membencimu. Bila dipercaya mereka khianat. Anak-anak kecil dilingkungan mereka sudah terbiasa berhutang, remajanya sudah bejat moralnya, sedangkan yang sangat jahat Mereka tidak mau lagi melaksanakan Amar makruf nahi Munkar (mengajak kebaikan dan mencegah kejahatan).” Belum sempat sahabat bertanya, Rasulullah SAW telah menandaskan lagi sabdanya, “Siapa orang yang memuji dan memuliakan mereka akan menjadi orang yang hina, dan siapapun yang meminta sesuatu kepada mereka akan menjadi orang fakir. Sebab yang mereka tegakkan adalah yang Bid’ah. Dan yang mereka jauhi adalah yang sunnah Rasul. Ketika keadaan sudah demikian, maka Allah menguasakan mereka kepada pemimpin yang jahat, dan doa mereka tidak lagi dikabulkan Allah.”

Posted on 03.09 by Unknown

No comments









DAJJAL adalah seorang manusia biasa, ia dinamakan demikian karena ia menutupi kebenaran dengan kebathilan atau dikarenakan ia menyembunyikan kekufurannya di hadapan manusia dengan kedustaan dan tipu dayanya terhadap mereka. Ada sejumlah hadits yang menjelaskan tentang sifat-sifat Dajjal.

a. Dalam Sahih Bukhori diriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW pernah memberikan khutbah di hadapan para sahabatnya, lalu beliau menyebutkan Dajjal. Beliau bersabda:

“Aku benar-benar akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi melainkan ia pernah memperingatkan kaumnya tentang masalah tersebut. Tetapi aku akan mengatakan kepada kalian suatu ucapan yang belum pernah dikatakan oleh seorang nabi pun sebelumku. Dia itu (Dajjal) picak (bermata sebelah) sedangkan Alloh tidaklah picak” (Sahih Jami’ shogir 3495/ Al-Bany)

b. Hadits lainnya adalah :

Dari Ibnu Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: ” Ketika aku sedang tidur aku mengelilingi di Ka’bah?… (beliau menyebutkan bahwasanya ia melihat Nabi Isa bin Maryam, kemudian melihat Dajjal dan menyebutkan sifat-sifatnya). Ibnu Umar berkata: Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang besar tubuhnya, berwarna merah, rambutnya pendek, matanya picak, seakan-akan matanya itu buah anggur yang mengambang, Mereka berkata: “Ini adalah Dajjal, manusia yang paing menyerupainya adalah Ibnu Quthn seorang laki-laki dari Bani Khuza’ah (Sahih Bukhori 13/90 dan Muslim 2/237).

c. Hadits lainnya adalah :

Dari Nawwas bin Sam’an RA, ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda berkaitan sifat Dajjal: “Dia itu seorang pemuda, rambutnya pendek, matanya mengambang, seakan-akan aku menyerupakannya denga Abdul ‘izz bin Qathn” (Sahih Muslim 18/65)

Dan ia dinamakan dengan Masihid Dajjal karena salah satu matanya, yaitu mata kanannya tertutup (picak). Ia akan keluar pada saat kaum muslimin sedang memiliki kekuatan besar dan keluarnya dia adalah untuk mengalahkan kekuatan tersebut.

d. Hadits lainnya adalah hadits yang menjeaslkan bahwa tertulis di antara dua matanya “Kaafir” atau “Kafara” sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW:

Sesungguhnya di antara kedua matanya tertulis kaafir” (HR Bukhori 13/91 dan Muslim 18/59)

Keluarnya Dajjal merupakan salah satu tanda kiamat kubro. Sebelum Dajjal keluar, manusia diuji dengan kemarau dan kelaparan, serta tidak turunnya hujan dan matinya pepohonan.



e. HADIST lainnya menjelaskan tentang Dajjal yang akan keluar dari arah timur tepatnya dari negri Khurosan atau Syihristaan. Kemudia ia akan mengembara ke seluruh penjuru bumi. Ia akan memasuki setiap negeri kecuali Makkah dan Madinah karena para malaikan menjaganya.

Dari Abu Bakar ash-Shidiq RA ia berkata: Rasulullah SAW menceritakan kepada kami tentang Dajjal, beliau bersabda: “Dajjal akan keluar dari negeri sebelah timur yang disebut Khurosan” (Tirmidzy 6/495)

Dari Fatimah bin Qais RA; Dajjal berkata: “Maka aku keluar dan aku menelusuri seluruh negeri, aku tidak meninggalkan suatu negeri kecuali aku telah tinggal di dalamnya selam 40 hari. Kecuali kota Makkah dan Madinah. Keua kota tersebut diharamkan bagiku. Setiap kali aku akan memasuki salah satu dari keduanya. Seorang malaikat akan menghalangiku dengan pedang terhunus. Dan di setiap pelosok negeri tersebut ada malaikat yang menjaganya” (Shohih Muslim 18/83)

f. Hadits lainnya menjelaskan diantara shifat Dajjal lainnya yaitu ia akan mengaku dirinya sebagai tuhan dan ia akan melakukan hal-hal yang aneh untuk membenarkan pengakuannya dan menarik orang-orang agar menjadi pengikutnya.

Rasulullah SAW bersabda:

Barangsiapa yang mendengar tentang kedatangan Dajjal, hendaklah ia menjauhinya. Demi Alloh sesungguhnya seseorang akan mendatanginya dan ia menyangka bahwa dirinya seorang yang beriman, lalu ia mengikutinya yang dapat menimbulkan berbagai syubuhaat” (Sahih Jami’ shogir 6301/ Al-Bany)

g. Dalam hadits lainnya dijelaskan bahwa

Dajjal tersebut akan datang sambil membawa neraka dan surga. Surganya adalah neraka, dan nerakanya adalah surga, dan ia memiliki sungai yang penuh dengan air, gunung dari roti. Ia kan menyuruh langit untuk merunkan hujan, mak hujan pun turun dan menyuruh bumi untuk menumbuhkan beraneka macam tumbuhan maka tumbuhlah tanaman tersebut. Dan ia kan menempuh perjalan dengan cepat, secepat air hujan yang ditiup angin, dan keanehan-keanehan lainnya (HR Muslim 18/65-66)

Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi Isa,”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri . Sebagai bentuk pemuliaan Allah atas umat ini”. Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40 tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi).

Posted on 03.07 by Unknown

No comments





IBNU Ibnu Majah berkata, bahwa Muhammad bin Abdullah bin Numair meriwayatkan kepada kami dari Ubay dan Waki’, dari al A’masy, dari Syaqiq, dari Abdullah, ia mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda,

“Akan terjadi menjelang Kiamat nanti hari-hari dimana ilmu agama ditarik dan kebodohan merajalela di mana-mana, serta terjadi berbagai bentuk kekacauan di seluruh penjuru bumi. Dan kekacauan dimaksud berbentuk pembunuhan.” (Muttafaqun ‘alaih, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al Bukhari, Jilid 1 hadits nomor 85. Juga oleh Imam Muslim, Jilid 4 bab Ilmu hadits nomor 10. Dan oleh Ibnu Majah, Jilid 2 hadits nomor 4050).

Demikianlah yang diriwayatkan oleh Imam al Bukhari dan Imam Muslim dari hadits al A’masy.

Ibnu Majah berkata, bahwa Abu Mu’awiyah meriwayatkan kepada kami dari Abu Malik al Asyja’i, dari Rabi’i bin Harasy, dari Hudzaifah bin al Yaman, ia mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah menggambarkan,

“Islam akan berlalu sebagaimana memudarnya warna pada pakaian. Hingga tidak lagi diketahui apa itu puasa, shalat, nusuk (sikap tunduk, patuh), dan tidak pula sedekah. Akan terjadi proses lupa terhadap al Qur’an dalam waktu satu malam dan tidak ada yang tersisa di atas bumi walau hanya satu ayat. Sampai ada suatu golongan dari manusia yang sudah renta, dimana mereka mengatakan, ‘Kami mendapati nenek moyang kami berpegang atas kalimat LA ILAHA ILLALLAH, maka kami pun mengucapkannya.’”

Shalah pun bertanya, “Apakah kalimat La ilaha illallah berguna bagi mereka, sedangkan mereka tidak mengetahui lagi apa itu shalat, puasa, nusuk, dan juga sedekah?” Hudzaifah pun memberikan penjelasan kepadanya secara berulang, hingga ia benar-benar memahami. Dimana, dalam setiap penjelasan ia mendapatkan perlawanan, sampai pada kali ketiga dari penjelasannya ia mengatakan, “Wahai Shalah, kalimat tersebut mampu menyelamatkan mereka dari siksa neraka.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Jilid 2 hadits nomor 4049). Ucapan ini pun diulangnya, sampai Shalah benar-benar bisa memahaminya.

Semua itu menunjukkan, bahwa keberadaan ilmu akan ditarik dari sisi manusia pada akhir zaman, hingga al Qur’an terlupakan, baik yang ada dalam lembaran-lembaran (mushaf) ataupun dari dada manusia. Tinggalla manusia tanpa ilmu agama. Dimana kemudian orang-orang yang telah berusia senja memberitahukan, bahwa mereka pernah menemui suatu masa, yang mana masih ada orang yang bersaksi dengan kalimat La ilaha illallah dan mereka mengucapkan kalimat tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sungguh kalimat tersebut sangat bermanfaat bagi mereka, meskipun mereka tidak mempunyai amal shalih, ilmu yang bermanfaat, dan lainnya.

Sementara perkataan Hudzaifah, “Menyelamatkan mereka dari keabadian siksa neraka,” bisa jadi mengandung makna, bahwa kalimat tersebut mampu membentengi mereka dari kepedihan adzab neraka yang kekal. Disebabkan pada saat pengucapannya tidak disertai dengan beban kewajiban berupa amal perbuatan yang telah diperintahkan setelah menunaikan kalimat tersebut, wallahu a’lam.

Namun, bisa juga mengandung makna, bahwa kalimat tersebut dapat menyelamatkan mereka dari keabadian adzab neraka setelah mereka memasukinya terlebih dahulu. Dan mungkin, inilah yang dimaksudkan bahwa Allah pernah berkata dalam sebuah hadits qudsi-Nya, “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku sungguh akan mengeluarkan dari neraka orang yang dahulu pernah mengucapkan pada suatu hari kalimat La ilaha illallah.’” (Ia yang sejenisnya adalah merupakan bagian dari hadits-hadits syafa’at yang telah diriwayatkan dalam Shahihain dan yang lainnya. Lihat pula kitab Jam’ al Ahadits al Qudsiyah (Jilid 4 Kitab asy Syafa’ah), cet Ar Rayyan li at Turats).

Dan bisa pula mereka itu berasal dari kelompok yang lain, wallahu a’lam. Dengan kata lain, bahwa ilmu akan ditarik pada akhir zaman nanti sehingga kebodohan menyebar dan mendominasi kehidupan manusia. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits tersebut suatu berita bahwa akan merajalela kebodohan atau umat manusia pada masa itu didominasi oleh kejahilan berupa hasil dari pengkhianatan mereka. Kita berlindung kepada Allah dari mengalami kejadian seperti itu. Kemudian, keadaan akan tetap dan semakin bertambah buruk, hingga kesesatan terjadi di mana-mana dan berakhirlah kehidupan dunia, persis seperti yang tertera dalam hadits yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu’alahi wasallam yang jujur lagi dapat dipercaya dala perkataan beliau, “Tidak akan terjadi Kiamat atas seseorang yang berkata La ilaha illallah. Dan tidak akan terjadi Kiamat, kecuali atas sejahat-jahat manusia.” (Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Jilid 1 bab Iman hadits nomor 234).

Posted on 03.05 by Unknown

No comments